Akulah AKu

Akulah AKu

Jumat, 27 April 2018

Proposal Gedung Pendidikan NR



ralat alamat, waktu bertemu


Di cari Investor
Hub : Ade Candra alias Ade Candra EN ER
Ketemu langsung no via telepon
Setiap hari Minggu 08-00 – 17.00
Alamat : Kp. Cikaret Rt.01/04 No. 39a Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor

Rabu, 25 April 2018

NENO WARISMAN

NENO WARISMAN
Profile Da’i

  • Nama lengkap   Titi Widoretno Warisman (Neno Warisman)
  • Pendidikan        TK SD Tunas Harapan,SMP negeri 82,SMA Tarakanita I.Universitas Indonesia, sastra Prancis.
  • Lahir                  21 Juni 1964
  • Pekerjaan          Penyanyi , Aktris, aktivis
  • Tahun aktif        1977  – sekarang
  • Pasangan         Ahmad Widiono Doni Wiratmoko
  • Anak                 Giffari Zakka Waly, Maghfira Izzani Maulania,dan Raudya Tuzzahra Ramadhani.


Sekilas Mengenai Karier
Ketertarikannya pada dunia seni, berawal ketika beliau suka membaca puisi. Bahkan ia pernah menjuarai lomba baca puisi se-Jakarta pada tahun 1978. Beliau kemudia beralih ke dunia tarik suara sekitar tahun 1980an. Bersama Fariz RM pernah melejitkan lagu  “Nada Kasih”.

Dari dunia tarik suara, beliau mulai melebarkan karirnya di bidang akting. Aktingnya yang banyak dipuji ketika  tampil di “
SAYEKTI DAN HANAF”I. Kemudian beliau  mulai merambah dunia film dengan bermain di film “SEMUA SAYANG KAMU” pada 1989.

Berkat film ini, beliau masuk nominasi Aktris Terbaik dalam ajang  Festival Film Indonesia 1989.Bintang film “RINDU KAMI PADAMU”pada tahun 1991 beliau memutuskanuntuk mengenakan jilbab, dan mulai mengurangi kegiatan di dunia entertainment. Dan beliau kemudian aktif di kegiatan sosial dan menulis buku. Pada Juni 2004, ia merilis buku “IZINKAN AKU BERTUTUR”. Buku keduanya terbit pada 2006 dengan judul “MATAHARI ODI BERSINAR KARENA MAGHFI”.

Setelah berhenti dari dunia tarik suara dan sinetron, beliau memilihberkhidmat pada masyarakat. Terutama anak-anak, terutama anak usia dini, sejalan dengan tumbuh kembang ketiga anaknya. Karena beliu merasa bahwa pendidikan anak-anak saat ini lebih condong kepadahal-hal yang berbau teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa adanya pendidikan yang seimbang dengan pendidikan akhlak dsb, maka beliau berinisiatif untuk  Mengambil andil dalam dunia pendidikan khususnya pada bidang pendidikan tersebut.
Maka tidak heran jika Materi ceramah yang beliau sampaikan lebih banyak berisi mengenai pendidikan, baik itu mengenai pendidikan anak usia dini maupun lanjut (remaja dan dewasa),serta  pendidikan mengenai kesehatan. Beliau menyampaikan dakwahnya ini melalui berbagai media seperti pada seminar-seminar pendidikan serta kesehatan, melalui siraman rohani di televisi, dan lain sebagainya.
Sosoknya yang ceria dan keibuan, banyak di sukai oleh anak-anak, sehingga ada salah satu program yang tayang di TVRI yang mana beliau memberikan cerita-cerita yang sarat makna/nasihat, baik itu cerita para sahabat serta amalan-amalan yang setip hari kita kerjakan.

Sebagai seorang seniman/entertaiment beliau pun melakukan dakwahnya memalui seni, seperti membuat album bersama anak-anak (dalam album “aa ba tha tsa”) yang masih di kenal sampai saat ini

Sumber Foto : https://lirik-lagu-nostalgia-lengkap.blogspot.com/2015/11/lirik-lagu-nostalgia-matahariku-neno.html
Sumber Tulisan : https://naifu.wordpress.com/2010/07/08/neno-warisman/

Penyunting : Ade Candra EN ER

Jumat, 06 April 2018

Mari peduli, cintai dan lestarikan kesenian tradisional.


yang aku lihat ada tarian dan ada cambuk
aku tidak tahu tepatnya itu keseniaan apa
dan pada akhirnya bersumber pada gambar foto yg ku dapat di Internet beserta informasi yg ku baca dari keterangan foto tersebut barulah kemudian aku berani mengatakan itu adalah kesenian Reog Ponorogo.
ada hal atau sesuatu yang menarik yg membuat saya cukup punya rasa ingin tahu ketika melihat kegiatan seniman Reog di Lampu merah persimpangan sentul yaitu ketika cambuk di gerakan atau di sengajakan mengenai tubuh
bukan saja karena seniman Reog yg di cambuk itu tidak merasa kesakitan 
tapi soal timing pergerakan cambuk yg seperti sudah secara alamiah atau otomatis menyatu atau menyesuaikan dengan keadaan sekitar.

dengan cambuk yang cukup panjang dan ruang gerak yg tidak terlalu luas di tambah ada di tengah-tengah keramaian lalu lintas
tentu bukan sembarang orang bisa menggerakan cambuk dengan situasi seperti itu tanpa keraguaan dan aba-aba sebelumnya.

Mari peduli, cintai dan  lestarikan kesenian  tradisional.


Ade Candra EN ER